Koster menerangkan dia diajukan beberapa pertanyaan sekitar pembahasan anggaran PON di Komisi X DPR. Namun, dia juga mengaku tidak dapat memberikan banyak keterangan karena kurang aktif dalam pembahasannya.
"Kebetulan, pada saat pembahasan anggaran PON di Komisi X pada tahun 2011, saya tidak begitu aktif dalam rapat-rapat sehingga tidak begitu banyak informasi yang bisa saya sampaikan. Saya hanya memberi informasi dan keterangan sesuai dengan apa yang saya ketahui," ujar Koster di Gedung KPK usai jalani pemeriksaan, Selasa (3/9).
Selain itu, Koster membantah tegas soal adanya
fee atau jatah yang diberikan kepada anggota DPR.
Menurut dia, yang memiliki tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan PON 2012 adalah pemerintah pusat. Tanggung jawab tersebut termasuk dalam pembiayaan penyelenggaraan acara olahraga yang diadakan selama empat tahun sekali itu.
"Tidak ada
fee. Karena memang tugas pemerintah pusat yang harus membiayai untuk penyelenggaraan," bantah Koster.
Wayan Koster menegaskan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan Rusli Zainal. Malah dia mengklaim ia tidak mengenal Rusli sama sekali.
"Saya tidak kenal (Rusli)," papar Koster.
Rusli Zainal juga ditahan di Rutan KPK terkait status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi pengesahan bagan kerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada tanaman industri Pelalawan, Riau tahun 2001-2006. Kasus ini berawal dari kasus kehutanan Pelalawan yaitu pada dispensasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) kepada 12 perusahaan di Riau.
[ald]
BERITA TERKAIT: