Berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, total efek ekonomi tersebut tercipta dari perputaran belanja 15.080 pelari yang mencapai Rp42,5 miliar selama event berlangsung.
Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026 yang juga Karorena Polda Riau, Kombes Daniel Widya Mucharam, mengapresiasi kolaborasi seluruh instansi hingga pelaku usaha yang berhasil menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"
Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Daniel di Pekanbaru, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Daniel, kesuksesan event ini memperkuat citra Riau sebagai destinasi
sport tourism. Kehadiran belasan ribu peserta beserta pendamping mendorong denyut bisnis perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa perhitungan angka tersebut menggunakan simulasi
Tabel Input-Output (IO) yang didasari hasil survei terhadap peserta.
Asep merinci, belanja peserta didominasi oleh pembelian perlengkapan olahraga, moda transportasi, akomodasi hotel, hingga kuliner dan oleh-oleh khas daerah.
"Peserta luar Kota Pekanbaru memiliki pengeluaran lebih besar untuk transportasi dan hotel. Hasil survei menunjukkan 95,4 persen responden yakin event ini mendorong ekonomi masyarakat, dan 98 persen peserta menyatakan bersedia kembali," ungkap Asep.
Senada, Event Director Sumatera Satu Event Organizers, Rissandro Dian Pratama, menegaskan bahwa besarnya perputaran uang ini merupakan buah dari perancangan ekosistem event yang berorientasi pada pengalaman peserta (
participant experience).
"Kami merancang ekosistem dari
race pack collection, hiburan, hingga kenyamanan peserta. Ketika peserta datang lebih awal, menginap, dan berbelanja, manfaatnya langsung dirasakan banyak sektor," pungkas Rissandro.
BERITA TERKAIT: