Menurut anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, sangat jarang publik melihat perwira tinggi Polri dijatuhi hukuman cukup keras karena kasus korupsi, apalagi di masa sebelum reformasi.
Ia yakin, seandainya kasus korupsi Simulator SIM tidak ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maka hasil akhirnya tidak akan sampai pada vonis hukuman seperti kasus dugaan korupsi yang melibatkan petinggi Polri lainnya.
"Saya bisa bayangkan, apapun putusan hakim Tipikor hari ini pasti sakit bagi Djoko Susilo. Tapi, itu sudah menjadi risiko dari jabatannya sebagai pimpinan Polri. Saya kira apapun putusannya, Djoko Susilo harus bisa
legowo dan tabah menghadapinya," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9).
Yang penting harus diluruskan adalah vonis atas Djoko Susilo dalam kasus korupsi dan cuci uang ini bukanlah vonis atas institusi Polri.
"Ini yang harus disadari betul. Tapi, Polri tidak ada salahnya menarik pelajaran karena ternyata masih banyak yang harus diperbaiki di internal Polri kalau ingin lebih baik di masa depan. Reformasi di tubuh Polri harus lebih serius dilakukan," jelasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: