Durasi tepuk tangan itu menjadi rekor baru dalam sejarah Venice Film Festival. NAZA berhasil melampaui capaian The Voice of Hind Rajab karya Kaouther Ben Hania yang mendapat sambutan selama sekitar 22 menit pada Venice Film Festival 2025.
NAZA juga menjadi satu-satunya film dokumenter yang masuk kompetisi utama Venice Film Festival 2026. Film tersebut diproduksi oleh The Guardian bersama James Wilson dari JW Films dan diproduseri eksekutif oleh sutradara pemenang Oscar, Jonathan Glazer.
NAZA merupakan film dokumenter yang mengungkap sistem di balik operasi militer Israel di Jalur Gaza. Film ini dibuat secara rahasia dengan pengambilan gambar pada malam hari dari atap-atap bangunan di Tel Aviv.
Melalui dokumenter tersebut, Abraham dan Szor berupaya mengungkap mekanisme pengambilan keputusan dalam serangan udara Israel di Gaza serta dampaknya terhadap warga sipil Palestina. Sinopsis resmi Venice menyebut film ini mengungkap secara rinci sistem di balik serangan terhadap warga sipil Palestina di Gaza.
NAZA juga menghadirkan kesaksian dari 24 perwira dan prajurit intelijen militer Israel. Mereka memberikan informasi mengenai proses penentuan target serangan dan bagaimana korban sipil diperhitungkan dalam operasi militer.
Reuters melaporkan film tersebut turut mengangkat penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan dalam operasi penentuan target. Kesaksian para narasumber dalam film menggambarkan bagaimana sistem tersebut digunakan bersama informasi intelijen dalam menentukan sasaran serangan.
Arti NAZA dalam film dokumenter tentang Gaza
Judul NAZA merujuk pada istilah militer yang digunakan dalam film untuk menggambarkan perkiraan jumlah warga sipil yang dapat tewas dalam sebuah serangan udara. Dokumenter tersebut menggunakan istilah itu untuk memperlihatkan bagaimana potensi korban sipil dapat diperhitungkan dalam proses penentuan target.
Karena itu, NAZA tidak hanya berfokus pada dampak serangan, tetapi juga mencoba membongkar sistem dan proses di baliknya. Film ini menggabungkan kesaksian narasumber dengan hasil investigasi jurnalistik.
Sejumlah data mengenai korban dan operasi militer juga merujuk pada laporan investigasi +972 Magazine, Local Call, serta pemberitaan The Guardian dalam periode 2023 hingga 2025. Penayangan perdana NAZA di Venice Film Festival pada 10 September 2026 mendapat respons luar biasa dari penonton.
Standing ovation berlangsung selama sekitar 24 menit 30 detik dan disebut sebagai yang terlama dalam sejarah festival tersebut. Momen tersebut berlangsung emosional. Yuval Abraham dan Rachel Szor terlihat terharu ketika mendapat sambutan panjang dari penonton.
Sejumlah penonton juga membentangkan bendera Palestina di dalam Sala Grande. Jonathan Glazer, yang menjadi produser eksekutif NAZA, turut memberikan dukungan kepada kedua sutradara tersebut dan memeluk mereka di tengah tepuk tangan penonton.
Rekor tersebut kemudian menjadi salah satu sorotan utama Venice Film Festival 2026. NAZA bahkan berhasil membawa pulang Special Jury Prize pada festival tersebut.
Selain mendapat sambutan panjang di Venice Film Festival, NAZA juga memperoleh respons positif dari kritikus. Dalam daftar skor film Venice Film Festival 2026, Rotten Tomatoes mencatat NAZA memiliki Tomatometer 100 persen.
Capaian tersebut memperkuat posisi NAZA sebagai salah satu film yang paling banyak mendapat perhatian selama Venice Film Festival 2026, baik karena tema yang diangkat maupun respons kritikus dan penonton. NAZA juga menjadi kelanjutan kiprah Yuval Abraham dan Rachel Szor setelah keduanya terlibat dalam No Other Land, dokumenter yang memenangkan Oscar.
Kehadiran NAZA di Venice 2026 sekaligus membuat film tersebut menjadi salah satu dokumenter paling menonjol dalam festival tahun ini.
BERITA TERKAIT: