Lesley Simpson dikenal sebagai sosok di balik sejumlah serial populer di Indonesia. Melalui Bunga di Tepi Jurang, ia kembali menghadirkan tontonan dengan pendekatan yang berbeda, menggabungkan konflik emosional, ketegangan psikologis, dan misteri dalam satu alur cerita.
Serial tersebut diperkenalkan dalam gala premiere yang dihadiri para pemain, kru, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran Bunga di Tepi Jurang diharapkan dapat memperkaya pilihan serial Indonesia dengan menawarkan pengalaman menonton yang lebih intens melalui perpaduan drama psikologis, romansa, dan misteri.
"Kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda untuk penonton. Bunga di Tepi Jurang bukan sekadar cerita cinta biasa, tetapi eksplorasi tentang pilihan hidup, pengorbanan, dan keputusan yang diambil ketika seseorang berada di titik krisis. Kami bangga akhirnya proyek ini dapat dinikmati oleh publik," ujar Lesley, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Bunga di Tepi Jurang dikembangkan untuk menghadirkan pilihan tontonan dengan cerita yang lebih kompleks dan berlapis, tidak hanya bertumpu pada kisah romansa. Karena itu, proses pengembangannya dilakukan secara matang, mulai dari penyusunan naskah, pendalaman karakter, hingga penggarapan visual demi menghasilkan pengalaman menonton yang kuat.
Serial ini mengangkat kisah tentang sejumlah tokoh yang dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam hidup. Alur cerita dipenuhi konflik emosional, misteri, serta berbagai kejutan yang terus berkembang di setiap episode. Untuk memperkuat atmosfer cerita, tim produksi juga memberikan perhatian khusus pada aspek sinematografi, tata artistik, dan musik pengiring.
Deretan aktor dan aktris ternama turut memperkuat serial ini, di antaranya Claresta Taufan, Stefan William, Erika Carlina, Aliando Syarief, Rachel Vennya, Derby Romero, Olla Ramlan, Hana Saraswati, serta aktor senior Anjasmara yang memerankan tokoh Burhan.
Hadirnya Bunga di Tepi Jurang semakin melengkapi rekam jejak Lesley Simpson dalam mengembangkan industri konten digital Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, ia dikenal aktif melahirkan berbagai serial original yang mampu bersaing di industri streaming dan mendapat perhatian luas dari penonton.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah serial Indonesia juga mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Serial Layangan Putus meraih Special Award for Foreign Drama pada ajang Tokyo Drama Awards 2022, sementara Little Mom memperoleh rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai serial web Indonesia yang menjadi tren di negara terbanyak setelah diperbincangkan di 22 negara sejak penayangannya pada 2021. Capaian tersebut menjadi bukti semakin besarnya daya saing karya kreatif Indonesia di kancah global.
Di bawah kepemimpinan Lesley Simpson, pengembangan konten digital WeTV Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Sejak hadir di Indonesia, platform streaming tersebut telah menghadirkan puluhan serial original dari berbagai genre, mulai dari drama remaja, romansa, thriller, hingga keluarga. Seluruh produksi melibatkan rumah produksi, sineas, serta talenta lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat industri kreatif nasional.
Tak hanya berfokus pada industri hiburan, Lesley juga aktif mendorong perkembangan ekosistem digital di Indonesia melalui berbagai kolaborasi strategis. Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis digital sekaligus membuka ruang bagi talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Salah satu bentuk dukungan itu diwujudkan melalui keterlibatan Telkomsel dalam pengembangan industri gim dan esports nasional. Perusahaan mendukung tim Kagendra sebagai wakil Indonesia pada ajang Honor of Kings World Cup 2025, sebagai bagian dari komitmen memperkuat daya saing ekosistem digital dan industri kreatif Tanah Air.
BERITA TERKAIT: