Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di EEF ke-11, Duduk Samping Putin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 03 September 2026, 14:45 WIB
Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di EEF ke-11, Duduk Samping Putin
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, sebagai tamu kehormatan, Kamis, 3 September 2026.

Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tampak naik ke atas panggung bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pejabat tinggi negara. 

Mereka yakni Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang.

Dalam forum tersebut, Prabowo kemudian duduk di kursi tepat di samping Putin. EEF ke-11 kemudian dibuka langsung Presiden Rusia. 

Saat mendapat giliran menyampaikan pidato, Prabowo menyoroti pentingnya mengoptimalkan kekayaan dan potensi ekonomi masing-masing wilayah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. 

Dia menilai perbedaan karakteristik ekonomi Indonesia dan Rusia justru menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama kedua negara.

Rusia disebut memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa teknologi maju. Sementara Indonesia memiliki produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, hasil perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, serta tenaga kerja usia muda. 

"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah landasan bagi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," ujarnya.

Prabowo mengatakan hasil kerja sama tersebut mulai terlihat dari nilai perdagangan bilateral yang mendekati 5 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023.

Kepala Negara mendorong Indonesia dan Rusia untuk meningkatkan target perdagangan hingga dua kali lipat pada periode tinjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia.

"Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU diperkirakan akan mulai berlaku pada awal tahun 2027. Dan yang mungkin paling penting, terjalinnya hubungan yang lebih erat antara komunitas bisnis kita," kata Presiden.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA