Desakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa ke-23 OKI (KTM-LB) yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.
Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menyoroti berbagai tindakan Israel, mulai dari perluasan pemukiman ilegal, aneksasi tanah Palestina hingga pembunuhan warga Palestina.
Indonesia menilai situasi di Timur Tengah semakin kritis dan membutuhkan respons konkret dari negara-negara anggota OKI.
“OKI harus mampu membangun wibawa organisasi, tidak dengan kecaman dan pernyataan tetapi melalui aksi nyata dan berkelanjutan” tegas Wamenlu Anis, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Indonesia juga menilai dampak perang regional telah meluas jauh melampaui batas-batas Timur Tengah.
Di tengah situasi itu, Israel disebut memanfaatkan terpecahnya perhatian OKI untuk terus melanjutkan berbagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.
“OKI harus memaksimalkan kemampuan dan mekanismenya untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatannya serta mengkategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai aksi terorisme," tegasnya.
Selain membahas Palestina, KTM-LB juga menyepakati Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031, menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad.
Di sela pertemuan, Anis Matta melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat dari Sudan, Palestina, Qatar, Turki, dan Somalia untuk membahas kerja sama bilateral serta isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.
BERITA TERKAIT: