Pihak pengelola menyatakan tujuh orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk enam warga negara China. Selain itu, sembilan orang masih dinyatakan hilang.
“Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” ungkap pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan di Telegram, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Sebanyak 152 orang mendapat perawatan akibat luka-luka, dengan 36 di antaranya dibawa ke rumah sakit.
Video yang dirilis memperlihatkan kobaran api besar melanda fasilitas industri tersebut. Api terlihat membakar sejumlah bagian kompleks, sementara asap hitam tebal membubung tinggi ke udara.
AGCC merupakan proyek patungan perusahaan petrokimia Rusia, Sibur, dan perusahaan minyak serta gas milik negara China, Sinopec.
Kompleks yang dibangun di Kota Svobodny, wilayah Amur, dekat perbatasan China itu memiliki nilai proyek sekitar 10 miliar dolar AS dan dirancang menjadi salah satu fasilitas produksi polietilena dan polipropilena terbesar di dunia.
Memiliki luar 325 hektare, AGCC dirancang mengolah bahan baku dari Amur Gas Processing Plant dan diproyeksikan menerima hingga 2 juta ton etana dan sekitar 1,5 juta ton LPG setiap tahun untuk kemudian diolah menjadi bahan baku plastik.
Setelah beroperasi penuh, AGCC disebut mampu memproduksi sekitar 2,3 juta ton polietilena dan 400.000 ton polipropilena per tahun.
Proyek tersebut juga diyakini dapat menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja, setelah sebelumnya melibatkan sekitar 30.000 pekerja pada puncak pembangunan.
Sementara itu, Komite Investigasi Rusia tengah menyelidiki kebakaran mematikan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden sekaligus memastikan apakah terjadi pelanggaran terhadap aturan keselamatan industri.
BERITA TERKAIT: