Sikap tersebut ditegaskan dalam Komunike Bersama yang dihasilkan pada Sidang Komisi Bersama Tingkat Tinggi Kerja Sama Maroko-Mali ke-4 yang berakhir di Bamako, Dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri Nasser Bourita serta Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Mali Abdoulaye Diop.
Selain membahas penguatan hubungan bilateral, kedua negara turut menegaskan kesamaan pandangan terkait penyelesaian sengketa Sahara.
"Mali memandang rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa regional ini," bunyi pernyataan tersebut.
Komunike tersebut juga menegaskan bahwa Bamako mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Pribadinya dalam memfasilitasi penyelesaian konflik.
Posisi itu sekaligus memperkuat langkah diplomatik Mali sebelumnya. Pada 10 April 2026, pemerintah negara Afrika Barat tersebut secara resmi mencabut pengakuannya terhadap entitas separatis yang disebut "sadr", sehingga menandai perubahan penting dalam sikap Bamako terhadap sengketa Sahara.
BERITA TERKAIT: