Mengusung tema "Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Permainan", perhelatan yang berlangsung di Wintrust Sports Complex, Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) ini mempertemukan sekira 200 peserta diaspora dari 50 negara bagian di AS untuk berkompetisi selama tiga hari berturut-turut.
Sebanyak tujuh cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang ini, yakni bola voli, bola basket, tenis, pickleball, bulu tangkis,
mini soccer, dan catur.
Inisiator IAG 2026, Davon Arjunaidi menegaskan, ajang tersebut dirancang lebih dari sekadar kompetisi fisik, melainkan ruang silaturahmi sekaligus wadah diplomasi budaya.
"Kami ingin membangun rasa memiliki sebagai bangsa Indonesia, mempererat jaringan antarkomunitas, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Amerika melalui pendekatan olahraga dan seni," ujar Davon dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.
Saat pembukaan beberapa waktu lalu, hadir di antaranya Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta jajaran Konsul Jenderal RI di AS.
"Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. Semoga IAG terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan bangsa Indonesia di tingkat internasional," tutur Okto.
Senada dengan itu, Dubes RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai IAG 2026 sebagai instrumen
soft diplomacy yang efektif. Melalui olahraga dan budaya, diaspora Indonesia sukses membangun persahabatan antarbangsa sekaligus memperluas jejaring kerja sama di AS.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antardiaspora, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan sportivitas," pungkas Dwisuryo.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: