Hal itu disampaikan Macron dalam konferensi pers bersama di Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Macron, langkah tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama strategis di sektor pangan dan agrikultur.
“Terkait keterbukaan ekonomi kami, saya juga ingin mengatakan kepada Anda, Presiden, betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor sapi perah dan daging kami,” kata Macron.
Macron menilai kebijakan itu juga sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.
“Hal ini juga mendukung strategi kedaulatan pangan Anda, ambisi Anda untuk meningkatkan kualitas pangan rakyat Indonesia, serta kebijakan sosial besar yang telah Anda luncurkan,” lanjutnya.
Tak hanya sektor pangan, Macron juga menyoroti peluang kerja sama lain yang dinilai masih sangat terbuka antara Jakarta dan Paris.
Dia menyebut sektor inovasi, teknologi digital, kecerdasan buatan hingga teknologi kuantum sebagai bidang strategis yang dapat dikembangkan bersama ke depan.
“Kita masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini. Saya juga memikirkan sektor inovasi dan kami ingin bersama-sama berbuat lebih banyak di sektor keuangan, kecerdasan buatan, kuantum, maupun digital,” ujar Macron.
BERITA TERKAIT: