Dukungan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Maroko-Prancis yang digelar di Rabat, Kamis waktu setempat.
Dalam konferensi pers bersama Kepala Pemerintahan Maroko Aziz Akhannouch, Lecornu menekankan bahwa posisi Prancis mengenai isu tersebut tidak berubah.
"Sikap ini tidak akan berubah dan kami akan terus bertindak sesuai dengan posisi tersebut," ujar Lecornu dalam keterangannya, Sabtu 18 Juli 2026.
Ia juga menegaskan bahwa Prancis akan terus berdiri di pihak Maroko secara konsisten dan tulus.
“Prancis berdiri di sisi Maroko, dengan setia dan jujur," dan posisi yang “jelas”, sambungnya.
Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang disampaikan kepada Raja Mohammed VI dalam pesan peringatan Hari Takhta pada 30 Juli 2024.
Dalam pesan itu, Macron secara resmi menegaskan bahwa masa kini dan masa depan wilayah Sahara berada dalam kerangka kedaulatan Maroko.
Penegasan tersebut kembali disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Maroko-Prancis ke-15 yang berlangsung di Rabat. Forum itu menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI dan Presiden Emmanuel Macron.
BERITA TERKAIT: