Pernyataan itu disampaikan Trump dalam video yang diunggah akun X resmi Departemen Luar Negeri AS, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Trump menyebut Iran tengah berada di ambang kehancuran ekonomi, dengan inflasi yang diklaim menembus 250 persen dan nilai mata uang yang terus merosot tajam hingga nyaris kehilangan daya beli.
Kondisi itu membuat Teheran semakin tertekan untuk segera mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Sepertinya Iran hanya ingin membuat kesepakatan. Ekonominya sedang anjlok bebas. Mereka mengalami inflasi 250 persen. Uang mereka tidak bernilai. Seluruh sistem ekonomi mereka sudah runtuh,” kata Trump.
Meski mengakui peluang tercapainya kesepakatan baru, Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan menerima kompromi yang dianggap merugikan kepentingannya.
Dia menyebut hanya perjanjian yang benar-benar menguntungkan Washington yang layak disetujui.
“Kita bisa membuat kesepakatan yang baik sekarang, tetapi mungkin bukan kesepakatan yang hebat, dan jika bukan kesepakatan yang hebat, kita tidak akan membuatnya,” tegas Trump.
BERITA TERKAIT: