Inisiatif bernama Shield of the Americas yang diikuti oleh belasan pemimpin dari Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia dan diresmikan dalam sebuah acara di Miami, Florida, Sabtu waktu setempat, 7 Maret 2026.
Dalam pidato pembukaan yang berlangsung lebih dari 30 menit, Trump menuding sejumlah negara di kawasan telah membiarkan organisasi kriminal transnasional memperluas pengaruhnya.
“Para pemimpin di kawasan ini telah membiarkan sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Barat berada di bawah kendali langsung geng-geng transnasional, dan mereka telah menguasai beberapa wilayah di negara Anda,” ujar Trump, seperti dikutip dari
Reuters.
Trump menyebut perang melawan kartel narkoba sebagai alasan utama meningkatnya keterlibatan Washington di Amerika Latin.
Ia bahkan menyatakan AS siap mengambil langkah militer yang lebih keras, termasuk kemungkinan penggunaan rudal untuk menargetkan pimpinan kartel apabila negara mitra memintanya.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyoroti Meksiko sebagai pusat utama aktivitas kartel narkoba di kawasan. Ia turut menyinggung dinamika politik di Cuba yang menurutnya berada di ambang perubahan besar, seraya mengklaim pejabat negara itu tengah bernegosiasi dengan dirinya dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pemimpin Amerika Latin yang dikenal memiliki pendekatan keras terhadap kriminalitas narkoba, di antaranya Presiden Argentina Javier Milei, Presiden El Salvador Nayib Bukele, serta Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Kebijakan penindakan kartel yang diterapkan Presiden El Salvador bahkan kerap dijadikan model oleh sebagian negara di kawasan.
BERITA TERKAIT: