Manuver berskala besar tersebut dilaporkan media pemerintah pada Selasa waktu setempat, 24 Februari 2026, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Disebutkan bahwa latihan militer di wilayah selatan menjadi bagian dari agenda tahunan yang melibatkan berbagai unsur kekuatan tempur.
"Latihan gabungan 1404 (2026) Pasukan Darat IRGC telah dimulai," lapor TV pemerintah, merujuk pada tahun ini dalam kalender Iran dan Gregorian, seperti dikutip dari
Reuters.
Selain di pesisir selatan, latihan serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah wilayah lain di Iran.
Komandan pasukan darat Garda Revolusi, Mohammad Karami, menegaskan bahwa latihan dirancang secara komprehensif.
"Langkah-langkah yang sangat baik telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, kendaraan lapis baja, dan kendaraan pengangkut personel lapis baja," kata ujarnya.
Latihan militer digelar setelah Washington dan Teheran menyelesaikan dua putaran perundingan yang dimediasi Oman terkait program nuklir Iran, dengan pembicaraan lanjutan dijadwalkan Kamis, 26 Februari 2026.
AS berulang kali menyerukan penghentian pengayaan uranium oleh Iran serta menyoroti program rudal balistik dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan kawasan, tuntutan yang ditolak Iran.
Di tengah negosiasi yang masih berjalan, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kekuatan angkatan laut signifikan ke Timur Tengah dan kembali mengancam serangan militer jika kesepakatan tidak tercapai.
Pekan lalu, angkatan laut Iran juga menggelar latihan terpisah di Teluk dan sekitar Selat Hormuz, mempertegas eskalasi kesiapsiagaan di kawasan yang semakin tegang.
BERITA TERKAIT: