“Ada PDI Perjuangan yang puas di angka 64,6 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi saat diwawancara terkait Rilis Survei Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah & Isu Aktual Strategis, Minggu 7 Juni 2026.
Selain pemilih PDIP, sejumlah partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan juga memperlihatkan tingkat kepuasan yang relatif tinggi. Dukungan positif tersebut terlihat dari basis pemilih beberapa partai besar yang menjadi pendukung pemerintah.
Menurut hasil survei, pemilih Partai Golkar mencatat tingkat kepuasan sebesar 74,5 persen. Sementara itu, pemilih Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah mencapai 61,3 persen.
“Kemudian Partai Golkar yang puas itu di 74,5 persen, PKB yang puas terhadap kinerja pemerintah itu ada di 61,3 persen,” kata Masduri.
Tingkat kepuasan juga terlihat pada pemilih sejumlah partai lain, termasuk Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional. Mayoritas responden dari ketiga partai tersebut memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan yang mulai bertugas sejak Oktober 2024.
Data survei menunjukkan tingkat kepuasan pemilih Demokrat mencapai 69,7 persen. Adapun pemilih PKS yang puas berada pada angka 52,6 persen, sedangkan pemilih PAN tercatat sebesar 55,4 persen.
“Untuk Partai Demokrat yang puas itu di 69,7 persen, nah kemudian PKS yang puas itu ada di angka 52,6 persen dan kemudian PAN yang puas itu di 55,4 persen,” kata Masduri.
Sementara itu, hasil yang lebih seimbang terlihat pada pemilih Partai NasDem. Selisih antara responden yang puas dan tidak puas terhadap kinerja pemerintah berada dalam rentang yang sangat tipis.
Berdasarkan temuan Poltracking, tingkat kepuasan pemilih NasDem mencapai 50,6 persen. Di sisi lain, sebanyak 49,3 persen responden dari kelompok yang sama menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Dari pemilih Partai NasDem yang puas itu ada di angka 50,6 persen,” pungkas Masduri.
Sebagai informasi, survei Poltracking Indonesia dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung terhadap 1.220 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: