Raja Yordania Tak akan Biarkan Negaranya Terseret Perang AS-Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 25 Februari 2026, 13:29 WIB
Raja Yordania Tak akan Biarkan Negaranya Terseret Perang AS-Iran
Raja Yordania Abdullah II (Foto: AFP)
rmol news logo Raja Abdullah II menegaskan bahwa Yordania tidak akan membiarkan dirinya terseret dalam pusaran konflik antara Amerika Serikat dan Iran. 

Pernyataan itu disampaikan saat Raja bertemu dengan anggota Dewan Asosiasi Pers Yordania di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam forum itu, ia menegaskan Yordania tidak akan mentolerir pelanggaran wilayah udara dan menolak keras negaranya dijadikan arena tempur jika perang AS-Iran pecah.

"Yordania tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar dan tidak akan menjadi medan perang," tegasnya sembari menekankan bahwa dialog dan solusi politik mutlak diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sikap tegas Amman ini muncul ketika laporan Axios menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump dan Iran kemungkinan membahas peluang kesepakatan sementara sebelum tercapainya perjanjian nuklir komprehensif. 

Namun di saat bersamaan, tanda-tanda peningkatan kesiapan militer justru terlihat di kawasan.

Laporan The New York Times mengungkap bahwa lebih dari 60 pesawat tempur AS kini ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya. 

Data pelacakan penerbangan menunjukkan sedikitnya 68 pesawat angkut mendarat sejak 15 Februari, sementara citra satelit memperlihatkan keberadaan jet tempur siluman F-35, drone, helikopter, serta sistem pertahanan udara yang baru dikerahkan.

Ketegangan makin meningkat setelah muncul laporan bahwa pejabat AS membahas kemungkinan penargetan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, termasuk rencana kontinjensi yang disebut telah dipresentasikan kepada Trump beberapa pekan lalu. 

Jika terkonfirmasi, langkah itu dinilai sebagai eskalasi dramatis yang berpotensi memperluas konflik menjadi perang kawasan.rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA