Mengutip laporan media pemerintah
KCNA, Senin, 23 Februari 2026, keputusan tersebut diambil secara bulat oleh seluruh delegasi yang hadir di hari Minggu, 22 Februari 2026.
"Keputusan itu dibuat pada hari Minggu, hari keempat kongres, sesuai dengan kemauan yang teguh dan keinginan bulat dari semua delegasi," bunyi laporan tersebut.
Dalam laporan yang sama,
KCNA juga menyoroti capaian militer selama masa kepemimpinan Kim.
Disebutkan bahwa daya pencegahan perang negara dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah ditingkatkan secara besar-besaran, sebuah klaim yang mempertegas fokus Pyongyang pada penguatan daya tangkal berbasis senjata nuklir.
Kongres Partai Pekerja Korea yang digelar lima tahun sekali ini menjadi forum penting untuk menetapkan arah kebijakan negara, mulai dari pembangunan ekonomi hingga strategi pertahanan.
Dalam pidato pembukaan pada Kamis, 20 Februari 2026, Kim menyinggung beratnya tantangan ekonomi akibat sanksi internasional yang masih membelit negaranya.
"Saat ini, partai kita dihadapkan pada tugas-tugas bersejarah yang berat dan mendesak untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan standar hidup rakyat serta mentransformasi semua bidang kehidupan negara dan sosial secepat mungkin," ujar Kim.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011, Kim berupaya menyeimbangkan agenda penguatan militer dengan pembangunan ekonomi nasional.
Meski demikian, program nuklir tetap menjadi pilar utama strategi pertahanan, bahkan disebut akan memasuki fase berikutnya dalam agenda yang diumumkan pada kongres kali ini.
BERITA TERKAIT: