“Bagi saya, pendidikan sangat penting. Saya sedang mendirikan 10 universitas baru,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam kunjungannya ke Inggris, ia telah berbicara dengan berbagai universitas top dunia, termasuk Oxford, Cambridge, Imperial College, King’s College, dan University College London yang tertarik bekerja sama dalam proyek universitas tersebut.
Untuk itu Prabowo juga turut mengundang institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat untuk berpartisipasi.
"Saya juga mengundang institusi Amerika untuk bekerja sama dengan kami di Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo memaparkan latar belakang pendirian 10 universitas baru tersebut, yakni kebutuhan mendesak untuk menutup kekurangan 140.000 dokter, sementara Indonesia saat ini hanya mampu meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun.
Dengan laju tersebut, dibutuhkan waktu hingga 14 tahun untuk menutup kekurangan itu tanpa terobosan baru.
"Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran. Di sini saya rasa juga terdapat peluang bagi AS," tambahnya.
Menurut Prabowo, peluang kerja sama juga terbuka di sektor industri alat kesehatan. Ia menyinggung peran perusahaan asal AS, General Electric, yang telah membangun fasilitas produksi peralatan medis di Indonesia.
“Di sini saya rasa juga terdapat peluang bagi AS. Saya rasa General Electric juga membangun peralatan medis di Indonesia dan kami berharap mereka akan meningkatkan produksi mereka. Kami akan mendukungnya,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: