Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (
KCNA) pada Jumat, 28 Februari 2025, uji coba ini bertujuan untuk memperingatkan musuh tentang kemampuan serangan balik Pyongyang.
Dikatakan bahwa latihan militer dilakukan di Laut Kuning pada hari Rabu, 25 Februari 2025.
"Pyongyang melakukan latihan ini untuk memperingatkan musuh, yang secara serius melanggar lingkungan keamanan Republik Rakyat Demokratik Korea dan mendorong serta meningkatkan lingkungan konfrontasi," lapor
KCNA.
Rudal-rudal tersebut dilaporkan berhasil "menghantam target" setelah menempuh lintasan sejauh 1.587 km (986 mil) dalam waktu 130 menit.
Kim Jong Un menyatakan kepuasannya terhadap hasil latihan ini.
"Ini adalah latihan yang bertanggung jawab dari pencegahan perang DPRK untuk terus menguji keandalan dan pengoperasian komponen pencegahan nuklirnya serta menunjukkan kekuatannya," kata
KCNA mengutip pernyataan Kim.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendeteksi dan melacak peluncuran tersebut.
Latihan ini menandai peluncuran rudal keempat oleh Korea Utara pada tahun ini dan yang kedua sejak pelantikan kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari.
Trump, yang sebelumnya menggelar tiga pertemuan dengan Kim Jong Un selama masa jabatan pertamanya dalam upaya denuklirisasi yang gagal, mengindikasikan keinginannya untuk kembali berkomunikasi dengan pemimpin Korea Utara tersebut.
"Saya cocok dengannya. Dia bukan seorang fanatik agama. Dia kebetulan orang yang cerdas," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Januari lalu.
BERITA TERKAIT: