Serikat pekerja yang mewakili pekerja hotel di negara bagian, UNITE HERE Local 11, mengatakan pemogokan yang telah dimulai sejak Minggu (2/7), adalah pemogokan multi-hotel terbesar dalam sejarahnya. Kepada
CBS News mereka mengatakan bahwa pemogokan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan.
Badan tersebut menambahkan bahwa para pekerjanya, menuntut upah yang lebih baik, tunjangan kesehatan, pensiun, dan beban kerja yang aman.
Serikat pekerja juga telah meminta kenaikan upah per jam sebesar 5 dolar AS, sebuah langkah yang katanya diperlukan karena melonjaknya biaya perumahan di negara bagian itu.
“Anggota kami pertama-tama hancur oleh pandemi, dan sekarang oleh keserakahan bos mereka,” kata Kurt Petersen, wakil presiden UNITE HERE Local 11, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari
RT, Rabu (5/7).
"Industri mendapat dana talangan, sementara kami mendapat pemotongan," lanjutnya.
Pengusaha, sementara itu, mengkritik gerakan buruh. Mereka mengklaim para pekerja menolak untuk bernegosiasi mengenai tuntutannya.
Keith Grossman, juru bicara yang mewakili 44 bisnis yang terkena dampak pemogokan, mengatakan hotel sepenuhnya siap untuk terus beroperasi dan akan menjaga tamu mereka selama aksi berlangsung.
Secara keseluruhan, pemogokan mempengaruhi lebih dari 60 hotel, dan sekitar setengah dari 32.000 pekerja yang diwakili oleh serikat pekerja di negara bagian tersebut.
Pemogokan itu terjadi di tengah sibuknya perayaan liburan 4 Juli di Amerika Serikat. Itu juga bertepatan dengan konvensi anime besar yang telah menarik banyak pengunjung ke Los Angeles.
BERITA TERKAIT: