Britney Spears Tersandung Kasus DUI, Keluarga dan Mantan Suami Buka Suara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 07 Maret 2026, 12:38 WIB
Britney Spears Tersandung Kasus DUI, Keluarga dan Mantan Suami Buka Suara
Britney Spears (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Fox News)
rmol news logo Penyanyi pop dunia Britney Spears kembali menjadi sorotan setelah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk atau driving under the influence (DUI) di Ventura County, California, Amerika Serikat.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam, 4 Maret 2026 waktu setempat, ketika polisi dari California Highway Patrol menghentikan kendaraan yang dikendarai Spears di dekat kawasan Westlake Village, California.

Dikutip dari The Economic Times, Sabtu, 7 Maret 2026, setelah dihentikan polisi, pelantun lagu Toxic itu langsung diborgol dan dibawa oleh petugas. Ia kemudian diproses di kantor sheriff setempat sebelum akhirnya dibebaskan pada Kamis pagi.

Usai dibebaskan, Spears dilaporkan memilih untuk tidak banyak tampil di publik dan lebih banyak berada di rumah. Sumber yang dekat dengan penyanyi tersebut mengatakan orang-orang di lingkaran terdekatnya saat ini mendorong Spears untuk mendapatkan bantuan profesional, termasuk dukungan kesehatan mental dan program rehabilitasi guna mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapinya.

Tak lama setelah kabar penangkapannya mencuat, ibunya, Lynne Spears, langsung menghubungi sang putri. Menurut sumber yang dikutip media, percakapan antara ibu dan anak tersebut berlangsung dalam suasana yang “positif dan penuh harapan.” Spears juga sempat berkomunikasi dengan kedua putranya setelah dibebaskan dari tahanan.

Reaksi juga datang dari dua mantan suami Spears. Aktor dan model Sam Asghari, yang menikah dengan Spears pada 2022 hingga 2024, mengatakan bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dan berharap media memberikan ruang privasi bagi mantan istrinya.

“Saya pikir setiap orang berhak mendapatkan privasi, dan saya berharap media belajar dari masa lalu untuk memberinya ruang yang ia butuhkan,” kata Asghari.

Sementara itu, mantan suami Spears lainnya, Kevin Federline, yang memiliki dua anak bersama Spears, juga menyampaikan harapannya melalui pengacaranya, Mark Vincent Kaplan. Ia mengatakan Federline hanya berharap yang terbaik bagi Spears.

“Jika memang diperlukan bantuan, dia berharap Britney tidak menolaknya maupun orang-orang yang mencoba menolongnya,” ujar Kaplan.

Di sisi lain, tim Spears saat ini sedang mempertimbangkan berbagai opsi penanganan, termasuk terapi kesehatan mental, program detoksifikasi, serta program dual-diagnosis yang biasanya digunakan untuk menangani masalah kesehatan mental sekaligus ketergantungan zat.

Manajer Spears, Cade Hudson, mengatakan timnya sedang menyiapkan rencana agar sang bintang dapat kembali menata hidupnya. Ia juga menegaskan bahwa Spears akan mematuhi proses hukum dan mengambil langkah yang tepat ke depan.

Namun hingga kini belum dipastikan apakah Spears akan menjalani perawatan secara rawat inap atau rawat jalan, serta apakah proses tersebut akan dilakukan sebelum atau setelah sidang pengadilan yang dijadwalkan pada 4 Mei 2026.

Menurut pihak kepolisian, Spears sempat dibawa ke rumah sakit setelah penangkapan untuk menjalani tes darah guna mengukur kadar alkohol dalam darah serta kemungkinan penggunaan obat-obatan terlarang. Polisi menyebut penangkapan dilakukan karena ia diduga mengemudi di bawah pengaruh kombinasi alkohol dan obat-obatan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA