Hal tersebut diumumkan Menteri Kehakiman Afrika Selatan Ronald Lamola pada Jumat (7/4), dengan mengatakan bahwa mereka kecewa atas keputusan pengadilan Dubai yang tidak mengizinkan ekstradisi dua bersaudara yang ditangkap di negara itu pada Juni 2022.
"Kami terkejut dan kecewa mengetahui bahwa sidang ekstradisi diadakan di pengadilan Dubai pada 13 Februari 2023 dan permintaan ekstradisi kami ditolak," kata Lamola dalam sebuah pernyataan.
Atul dan Rajesh Gupta atau yang sering dikenal dengan Gupta bersaudara asal India itu memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Jacob Zuma. Kasus tersebut merupakan kasus terbesar di Afrika Selatan, mereka telah dituduh menjarah kas negara, dengan keterlibatan mantan presiden itu selama sembilan tahun masa jabatannya pada 2009-2018.
Seperti dimuat
All Africa, Gupta bersaudara bersama saudaranya yang ketiga, Ajay, melarikan diri dari negara itu tak lama setelah pembentukan komisi pada tahun 2018 yang dipimpin oleh Hakim Raymond Zondo untuk menyelidiki korupsi negara.
Pengadilan Afrika Selatan ingin mempertanyakan kontrak publik senilai miliaran rupiah, pencucian uang dan dakwaan-dakwaan lainnya kepada tiga bersaudara itu.
Untuk itu negara tersebut memohon ekstradisi kepada pihak UEA. Namun, permintaan itu ditolak dengan UEA sendiri tidak menjelaskan secara rinci alasan dari penolakan ekstradisi tersebut, yang membuat Afrika Selatan menyatakan kekecewaannya.
“Alasan yang diberikan untuk penolakan aplikasi kami tidak dapat dijelaskan," pungkas Lamola.
BERITA TERKAIT: