Pada Senin (27/3), Presiden sementara Chad, Mahamat Idriss Deby atau anak dari mantan Presiden Deby Itno, dilaporkan telah mengampuni 380 anggota FACT dari hukuman seumur hidup yang dijatuhkan pekan lalu.
Meski begitu, pemimpin FACT, Mahamat Mahdi Ali tidak masuk dalam daftar pengampunan. Ia tetap diadili dan dihukum secara
in absentia atau tidak hadir dalam persidangan, karena masih dalam pengasingan.
Mengutip
African News, mantan Presiden Deby Itno terbunuh saat pergi mengunjungi pasukan yang melawan FACT di garis depan utara Chad pada 2021 lalu.
Kematian Itno disinyalir berkaitan erat dengan aktivitas pemberontak FACT yang kala itu bergerak dari pangkalan Libya menuju Chad.
Setelah kematian ayahnya, Idriss Deby diangkat oleh junta militer dan berupaya mengadakan pembicaraan damai dengan berbagai kelompok pemberontak, kecuali FACT.
Dia berjanji untuk mengadakan pemilihan demokratis setelah 18 bulan masa pemerintahannya, yaitu pada Oktober 2022. Tetapi diundur hingga 2024 mendatang.
Hal ini menyebabkan protes anti-pemerintah yang keras di mana setidaknya 60 orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap.
BERITA TERKAIT: