Presiden Lazarus Chakwera dalam sebuah pernyataan pada Senin (13/3), mengaku prihatin dengan bencana yang tidak hanya meninggalkan jejak kehancuran, tetapi juga telah menewaskan lebih dari 60 orang.
"Presiden telah mencatat dengan sangat prihatin kehancuran yang dibawa Topan Freddy saat ini ke sebagian besar distrik dan menyatakan keadaan bencana di wilayah Selatan," bunyi pernyataan Presiden Malawi, seperti dimuat
CGTN News.
Freddy merupakan salah satu badai terlama yang bergerak melalui Afrika selatan ke Malawi sejak akhir pekan lalu. Itu merupakan gelombang kedatangan Freddy kedua, setelah topan pertama terjadi akhir Februari.
Menurut data Palang Merah Malawi, 60 mayat korban banjir akibat topan Freddy ditemukan di Malawi selatan dan masih banyak lagi yang dinyatakan hilang.
Sementara Juru Bicara Kepolisian Daerah Beatrice Mikuwa mengatakan setidaknya 36 mayat ditemukan di kotapraja Chilobwe, wilayah paling terdampak dengan puluhan rumah hanyut.
Hingga kini, pemerintah Malawi terus menggalang bantuan lokal dan internasional untuk membantu korban terdampak.
BERITA TERKAIT: