Komitmen ini disampaikan melalui pernyataan bersama yang ditandatangani di Rabat oleh Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, serta Menteri Luar Negeri Malawi, Nancy Tembo.
Dalam pernyataan tersebut, Menlu Tembo menekankan dukungan Malawi terhadap Rencana Otonomi Maroko sebagai satu-satunya solusi yang kredibel, serius, dan realistis"untuk menyelesaikan sengketa wilayah Sahara.
Ia juga memuji konsensus internasional yang terus berkembang di bawah kepemimpinan Yang Mulia Raja Mohammed VI.
“Kami menyambut baik konsensus dan momentum internasional yang berkembang yang dipimpin oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI, Semoga Tuhan Membantunya, yang mendukung Rencana Otonomi Maroko,” ujar Tembo dalam sebuah keterangan yang diterima redaksi pada Jumat, 17 Januari 2025.
Selain itu, Malawi mengapresiasi upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai satu-satunya kerangka kerja eksklusif yang dapat menghasilkan solusi realistis, praktis, dan berkelanjutan bagi masalah Sahara.
Malawi menegaskan komitmennya untuk mendukung proses ini sebagai bagian dari hubungan erat dengan Maroko.
Langkah ini memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara dan mempertegas posisi Malawi dalam mendukung stabilitas dan integritas wilayah Maroko di kancah internasional.
BERITA TERKAIT: