Jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan tentang penyebab keracunan yang dialami siswi-siswi Iran.
"Ini sangat memprihatinkan, berita yang keluar dari Iran,†kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby, seperti dimuat
Al Arabiya pada Jumat (3/3).
Sejauh ini, Presiden Iran Ebrahim Raisi telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki kasus keracunan yang telah dilaporkan di belasan kota.
"Siswi-siswi yang pergi ke sekolah seharusnya hanya perlu khawatir tentang belajar. Mereka seharusnya tidak perlu khawatir tentang keamanan fisik mereka sendiri," ucap Kirby.
Dalam tiga bulan terakhir, publik Iran dibuat geram sekaligus bingung dengan banyaknya siswi yang mengalami keracunan.
Fenomena keracunan ini berawal sejak akhir November tahun lalu di Kota Qom. Sekitar 50 siswi tiba-tiba jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Insiden serupa kemudian terjadi di beberapa sekolah lain di Qom, Borujerd, dan Ardebi.
Sejauh ini keracunan pada siswi telah tercatat di 15 kota. Belum diketahui berapa banyak siswi yang sakit, tetapi diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan.
Keracunan yang dialami siswi meliputi sakit kepala dan mual. Ada juga beberapa siswi yang mengalami kelumpuhan sementara. Bahkan terdapat laporan seorang siswi di Qom meninggal dunia.
Meski belum diketahui penyebab pasti dari keracunan ini, tetapi diduga kuat ada kaitannya dengan upaya kelompok agama tertentu yang menginginkan anak perempuan berhenti bersekolah.
BERITA TERKAIT: