Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

University of Texas Larang Penggunaan TikTok di Jaringan Kampus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 21 Januari 2023, 10:47 WIB
University of Texas Larang Penggunaan TikTok di Jaringan Kampus
The University of Texas/Net
rmol news logo Langkah sejumlah universitas negeri di seluruh negara bagian AS untuk melarang TikTok terus berlanjut. Terbaru, dua perguruan tinggi terbesar di negara itu mengambil keputusan serupa.

University of Texas dan Texas A&M University  menjadi dua perguruan tinggi terbaru yang mengambil tindakan terhadap aplikasi berbagi video yang dimiliki oleh perusahaan induk ByteDance yang berbasis di Beijing.

"Siswa, fakultas, staf, dan pengunjung tidak akan dapat menggunakan aplikasi saat terhubung ke jaringan A&M," kata seorang juru bicara A&M Texas kepada Texas Tribune.

Pelarangan TikTok di kampus baru-baru ini terinspirasi oleh perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh sejumlah gubernur negara bagian.  

Universitas negeri di Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Idaho, Iowa, Oklahoma, South Dakota dan sekarang Texas telah mengambil tindakan untuk membatasi akses ke aplikasi tersebut, memblokirnya dari jaringan Wi-Fi kampus dan perangkat milik sekolah.

Pemerintah Biden sudah melarang TikTok dari perangkat pemerintah dalam RUU yang ditandatangani pada akhir Desember lalu.

Direktur FBI Christopher Wray mengibarkan bendera merah atas kemampuan TikTok untuk mengumpulkan data tentang penggunanya dan potensinya untuk menyebarkan operasi pengaruh negara China pada waktu yang bersamaan.

“Semua hal ini berada di tangan pemerintah yang tidak berbagi nilai-nilai kita dan memiliki misi yang sangat bertentangan dengan kepentingan terbaik Amerika Serikat,” kata Wray.  

"Itu harus menjadi perhatian kita," ujarnya.

Kekhawatiran pemerintahan Biden tentang kepemilikan TikTok di China sendiri merupakan perpanjangan dari kekhawatiran yang mengakar di pemerintah AS selama era Presiden Donald Trump.  

Pemerintah Trump telah berusaha memaksa ByteDance untuk menjual bisnis TikTok di AS kepada pemilik baru, meskipun upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya itu gagal seiring waktu.

ByteDance telah gagal untuk berterus terang tentang bagaimana data mengalir antara operasi AS dan China, mengangkat alis tentang apa lagi yang disembunyikan perusahaan.  

Bulan lalu, Forbes melaporkan bahwa perusahaan induk TikTok melacak alamat IP jurnalis dalam upaya mengidentifikasi karyawan mana yang membagikan informasi tidak sah.

Namun demikian, larangan penggunaan TikTok di universitas sepertinya tidak akan berdampak banyak pada popularitas aplikasi tersebut.

Siswa dapat dengan mudah beralih ke paket data seluler mereka sendiri untuk mengatasi larangan tingkat jaringan di kampus. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA