Perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan kepada wartawan, bahwa semua pihak menginginkan penyelesaian konflik segara antara kedua negara yang bertikai dengan cara diplomatik.
"Semua orang dengan suara bulat mendukung gencatan senjata segera dan penyelesaian situasi dengan cara politik dan diplomatik. Juga ada elemen pers dan para ahli yang ikut membahas masalah ini," Nebenzya, seperti dikutip dari News Am.
Moskow menegaskan bahwa elemen pers ini harus menyertakan pula referensi pernyataan trilateral presiden Rusia, Armenia dan Azerbaijan pada 2020 lalu, di mana telah ditandatangani gencatan senjata yang mengkahiri konflik berbulan-bulan, serta menyertakan pula pernyataan bersama yang mengakhiri pertikaian yang meletus pada Selasa dini hari.
Ini akan menjadi dasar normalisasi hubungan antara kedua negara, di mana masing-masing pihak memiliki kewajiban yang harus dipenuhi agar gencatan senjata bisa terus dijaga, serta sejumlah proyek yang harus dilakukan para pihak.
Nebenzya kemudian memaparkan bagaimana Rusia memiliki upayanya sendiri dalam hal ini berserta dengan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) untuk mengakhiri konflik Armenia-Azerbaijan. .
“Kami berbicara tentang upaya yang telah dilakukan Rusia baik secara individu maupun melalui CSTO untuk menormalkan situasi dan untuk mencapai gencatan senjata, tentang upaya yang akan dilakukan CSTO setelah pertemuan Dewan Keamanan Kolektif. Mitra kami berterima kasih kepada kami karena membagikan informasi ini dan berterima kasih kepada kami atas upaya kami," katanya.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB menerima surat dari perwakilan tetap Armenia yang meminta untuk mengadakan pertemuan darurat Dewan sehubungan dengan agresi Azerbaijan. Prancis, sebagai negara ketua Dewan Keamanan PBB, meminta diskusi tentang masalah ini.
BERITA TERKAIT: