Gubernur Bank Central Haiti, Jean Baden Dubois, mengatakan tingkat inflasi telah mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Diperkirakan ekonomi akan berkontraksi sebesar 0,4 persen tahun ini, menyusul depresiasi tajam pada mata uang gourde.
"Kalau saya ambil angka dari Juni 2022, inflasi sudah mencapai 29 persen. Ini tingkat tertinggi yang kami miliki dalam 10 tahun," ungkapnya seperti dikutip dari
Reuters pada Selasa (23/8).
Sementara itu, kekerasan geng telah membuat sebagian besar wilayah negara itu kacau balau. Ratusan orang tewas dan ribuan mengungsi akibat pecahnya pertempuran berdarah antargeng di Haiti.
Para pengunjuk rasa mendirikan barikade di kota-kota termasuk Cap-Haitien, Petit-Goave, dan Jacmel. Banyak di antara mereka yang mengenakan baju merah bertuliskan kata "endepandans" atau berarti kemerdekaan.
Beberapa di antaranya juga memprotes kelangkaan bensin dan solar yang semakin meningkat, sehingga memaksa beberapa bisnis tutup dan beberapa warga kehialangan pekerjaannya.
Menurut media lokal, stok bahan bakar negara itu semakin menipis karena sulitnya importir bahan mengakses dolar dari bank sentral untuk membayar subsidi yang membuat harga bahan bakar di Haiti tetap rendah.
BERITA TERKAIT: