Tak Ingin Pasok Lebih Banyak Senjata ke Ukraina, Kemenhan Jerman Tolak Proposal Bundestag

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 23 Agustus 2022, 13:48 WIB
Tak Ingin Pasok Lebih Banyak Senjata ke Ukraina, Kemenhan Jerman Tolak Proposal Bundestag
Ilustrasi/Net
rmol news logo   Perwakilan kementerian pertahanan (Kemenhan) Jerman menolak proposal dari anggota parlemen Bundestag yang berisi permintaan untuk mengirimkan lebih banyak senjata militer ke Ukraina.

Merujuk pasal 5 dari perjanjian NATO, kemenhan menghimbau Jerman untuk menyediakan bantuan militer kepada Ukraina dalam batas kewajiban sesuai aturan tersebut.

"Selama perang dingin, kita mungkin akan memiliki sedikit pemahaman jika sekutu kita telah melakukan pengurangan pertahanan kolektif berdasarkan perjanjian NATO," ungkapnya.
 
Meski begitu, Kemenhan Jerman tetap menekankan kesiapan NATO untuk menghadapi Putin yang bisa kapan saja memanfaatkan kelemahan dan celah yang ada

Seperti dikutip dari Europian Pravda, sehari sebelumnya, politisi Pertahanan dari Partai Hijau, Sosial Demokrat, dan FDP telah menuntut pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dari pemerintah federal.

Namun, laporan media lokal Jerman selama sepuluh minggu terakhir menunjukan sikap pemerintah Jerman yang mengabaikan permintaan Ukraina untuk mengirimkan pasokan senjata tambahan.

Pada akhir Juli lalu, Jerman memasok unit Gepard anti-aircraft self-propelled artillery (SPAAG) ke Ukraina. Pemerintah juga telah merilis daftar senjata yang sedang dipersiapkan untuk Ukraina diantaranya, 30 sistem pertahanan udara Gepard SPAAG, IRIS-T SLM, dan pengangkut personel lapis baja M113.  rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA