Holcomb mendarat di Taiwan pada Minggu (21/8) dengan misi kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan Taipei. Kemudian pada Senin (22/8), ia melakukan pertemuan dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.
Selama pertemu tersebut, ia menyoroti latihan militer yang dilakukan secara besar-besaran oleh Beijing setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal bulan ini.
"Taiwan telah menghadapi ancaman militer dari China di dalam dan sekitar Selat Taiwan. Saat ini sekutu demokratis harus berdiri bersama dan meningkatkan kerjasama di semua bidang," ujarnya, seperti dikutip
TRT World.
Holcomb mengatakan Amerika Serikat dan Taiwan berbagi begitu banyak nilai, minat, dan tujuan yang sama.
"Kami akan terus berupaya membangun kemitraan strategis dengan Anda," imbuhnya.
Selain Tsai, Holcomb juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan perwakilan industri semikonduktor terkemuka dunia di Taiwan.
Setelah merampungkan urusannya di Taiwan, Holcomb akan berangkat ke Korea Selatan pada Rabu (24/8).
Kunjungan Holcomb diyakini menambah ketegangan AS dengan China. Beijing melihat kontak resmi Amerika dengan Taiwan sebagai dorongan untuk membuat kemerdekaan de facto atas pulau itu.
BERITA TERKAIT: