Hal itu diketahui lewat survei terbaru yang dilakukan Institut Australia, menunjukkan bahwa satu dari 10 warga Australia percaya China akan menyerang negara mereka.
Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan kekhawatirtan warga Taiwan yang takut akan serangan serupa.
Direktur program urusan internasional dan keamanan institut itu, Allan Behm, mengatakan hasil penelitian menunjukkan ketakutan telah mempengaruhi opini publik Australia.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa retorika tentang China dan ketakutan di sekitar risiko perang telah berdampak pada opini publik," kata Behm, seperti dikutip dari
9News, Senin (22/8).
"Sungguh mencengangkan bahwa orang Australia lebih takut akan serangan dari China daripada orang Taiwan," ujarnya.
Survei terbaru muncul di tengah meningkatnya ancaman serangan China ke Taiwan menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan sejumlah pejabat tinggi Amerika ke pulau yang telah lama diklaim oleh Beijing itu.
Baru-baru ini Duta Besar China untuk Australia Xiao Qian dalam pidatonya di National Press Club mengatakan "tidak ada kompromi" di Taiwan, dan bahwa 1,4 miliar penduduk negaranya akan memutuskan masa depannya.
Dia juga mengatakan bahwa 23 juta orang yang tinggal di Taiwan akan menjalani pendidikan ulang tentang China setelah bersatu kembali.
BERITA TERKAIT: