Dalam laporan mingguannya, FDA mengatakan, dua jenis itu gagal memenuhi standar keamanan, seperti dilaporkan oleh
Focus Taiwan, Selasa (9/8).
Manajer FDA cabang utara Chen Ching-yu mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam enam bulan bahwa produk biji teratai China ditemukan di bawah standar di perbatasan.
FDA menemukan adanya kandungan aflatoksin yang melebihi ketentuan. Ia menambahkan bahwa FDA akan meningkatkan tes acak sebesar 20 hingga 50 persen pada biji teratai yang diimpor oleh Hua To Fu Yuan Tang Pharmaceutical Technology.
Demikian juga dengan produk talenan tahan air yang diimpor oleh E Cha E International Corp dari China. Produk itu gagal lulus uji stabilitas karena resin meleleh yang berlebihan, menurut Chen.
5.940 kilogram biji teratai kering dan 1.500 set talenan itu pun akhirnya dikembalikan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: