Lewat unggahannya di Facebook pada Jumat malam (5/8), Pokalchuk mengaku pengunduran dirinya merupakan bentuk protes atau penolakannya terhadap laporan tersebut.
"Jika Anda tidak tinggal di negara yang diserang oleh penjajah, Anda mungkin tidak mengerti bagaimana rasanya," ujarnya, seperti dikutip
The Independent.
Alih-alih, ia mengatakan, Amnesty International justru menciptakan narasi yang mendukung Rusia, sehingga laporannya tidak lain merupakan alat propaganda Moskow.
"Saya sedih untuk mengakuinya, tapi kami tidak setuju dengan kepemimpinan Amnesty International tentang nilai-nilai. Itu sebabnya saya memutuskan untuk meninggalkan organisasi," tambahnya.
Pada Kamis, (4/8), Amnesty International menerbitkan laporan yang menyebut Ukraina telah membahayakan warga sipil karena membuat pangkalan militer di daerah pemukiman. Tindakan itu dinilai melanggar hukum humaniter.
Presiden Volodymyr Zelensky menuduh Amnesty International bersekongkol dengan Rusia.
Pejabat Ukraina mengatakan mereka mengambil setiap langkah yang mungkin untuk mengevakuasi warga sipil dari daerah garis depan.
BERITA TERKAIT: