“Kami menghubungi semua orang sepanjang waktu agar hal-hal tidak lepas kendali dan untuk mencegah pertempuran,†kata Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam pidatonya kepada siswa Akademi Militer Mesir di Kairo pada Sabtu (6/8).
Sementara itu, delegasi intelijen Mesir yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Ahmed Abdelkhatiq juga telah tiba di Israel pada Sabtu, dan akan melakukan perjalanan ke Gaza untuk pembicaraan mediasi.
Diharapkan delegasi tersebut dapat megamankan satu hari gencatan senjata untuk melakukan pembicaraan. Kendati begitu, seorang pejabat Jihad Islam Palestina mengatakan kesepakatan belum dicapai.
"Upaya intensif telah dilakukan malam ini dan mendengarkan para mediator, tetapi upaya ini belum mencapai kesepakatan," kata seorang pejabat Jihad Islam, seperti dimuat
Al Jazeera.
Pada Sabtu, serangan udara Israel meratakan rumah-rumah di Gaza, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang telah menewaskan sedikitnya 15 orang.
Seorang gadis berusia lima tahun dan dua wanita termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.
Pertempuran dimulai dengan pembunuhan Israel terhadap seorang komandan senior kelompok militan Jihad Islam Palestina dalam gelombang serangan pada Jumat (5/8) yang menurut Israel dimaksudkan untuk mencegah serangan yang akan segera terjadi.
Sejauh ini, Hamas, kelompok militan yang lebih besar yang menguasai Gaza, tampaknya tetap berada di sela-sela konflik, menjaga intensitasnya tetap terkendali.
Eskalasi lebih lanjut akan sangat tergantung pada apakah Hamas memilih untuk bergabung dengan pertempuran bersama Jihad Islam.
BERITA TERKAIT: