Fasilitas belajar sementara ini dihadirkan untuk mendukung kegiatan pendidikan anak-anak yang terdampak krisis kemanusiaan.
Melalui program ini, disediakan ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, akses pendidikan bagi anak-anak tetap perlu dijaga meskipun berada dalam kondisi darurat. Kehadiran tenda kelas darurat diharapkan membantu mereka dalam proses belajar.
“Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.
Sodik mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang terus memberikan dorongan dan kepercayaan kepada Baznas sehingga dapat melaksanakan program ini.
"Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan bantuannya melalui Baznas," kata Sodik.
Fasilitas kelas darurat di Beit Lahia ini dirancang menampung 100 anak yang terbagi ke dalam dua sesi belajar. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 45 hingga 50 siswa.
BERITA TERKAIT: