Terbunuhnya Zawahiri pada Senin (1/8) merupakan guncangan besar bagi Al-Qaeda sejak pembunuhan Osama bin Laden pada 2011. Hal ini diperingatkan akan memicu aksi pembalasan Al Qaeda berupa operasi bunuh diri, pembunuhan, penculikan, pembajakan, dan pemboman.
Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (2/8) mendesak warganya untuk mempertahankan kewaspadaan tingkat tinggi dan mempraktikkan kesadaran situasional yang baik saat bepergian ke luar negeri.
"Informasi saat ini menunjukkan bahwa organisasi teroris terus merencanakan serangan teroris terhadap kepentingan AS di berbagai wilayah di seluruh dunia," kata departemen itu, seperti dimuat
TRT World.
Zawahiri terbunuh dalam serangan dua rudal Hellfire milik AS di balkon sebuah rumah berlantai tiga di Kabul, Afghanistan pada Minggu pagi (31/7).
Serangan
over-the-horizon tersebut merupakan keberhasilan pertama yang AS raih sejak penarikan pasukannya dari Afghanistan pada 31 Agustus 2021, beberapa hari setelah Taliban kembali berkuasa.
Sementara itu, Taliban pada Selasa (2/8) mengutuk serangan pesawat tak berawak AS tetapi tidak menyebutkan jumlah korban dan tidak sedikitpun menyebut nama Zawahiri.
BERITA TERKAIT: