Dalam percakapan telepon pada Jumat (29/7) Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar segera membawa para pelaku insiden itu ke pengadilan.
Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari dua personel Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) yang terbunuh itu, juga menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah dan rakyat India, seperti dilaporkan
India Today.Ia mengulangi kecamannya yang tegas atas serangan terhadap MONUSCO dan menjanjikan penyelidikan segera dan transparan.
Dua anggota BSF yang merupakan kepala pasukan, Shishupal Singh dan Sanwala Ram Vishnoi, dibunuh pada Selasa ((26/7) lalu oleh gerombolan pemberontak yang menyerbu ke fasilitas PBB di Butembo di negara Afrika Tengah. Keduanya termasuk di antara 18.000 personel PBB yang dikerahkan di DRC untuk MONUSCO �" misi penjaga perdamaian organisasi internasional di negara itu.
Selama ini India telah menunjukkan kesetiaan dan komitmennya untuk pemeliharaan perdamaian PBB, dengan mengerahkan 2.50.000 personel yang telah bertugas di 49 misi penjaga perdamaian PBB.
India saat ini memiliki lebih dari 5.500 pria dan wanita dengan baret biru yang dikerahkan di sembilan dari 12 misi penjaga perdamaian PBB.
Menteri Luar Negeri S Jaishankar telah mengungkapkan kesedihan atas kehilangan dua penjaga perdamaian India yang gagah berani dan menuntut agar para pelaku "serangan yang keterlaluan" itu harus bertanggung jawab dan diadili.
BERITA TERKAIT: