"Kami menegaskan kembali komitmen eksportir biji-bijian Rusia untuk menjamin pasokan gandum bagi Mesir. Kami membahas parameter khusus kerja sama ini dan kami memiliki pemahaman yang sama tentang penyebab krisis gandum," kata Lavrov dalam konferensi pers dengan mitra Mesir Sameh Shoukry.
Seperti dikutip dari
Reuters, Mesir merupakan salah satu importir gandum utama dunia dan tahun lalu negara ini telah mengimpor sebanyak 80 persen gandum dari Rusia dan Ukraina.
Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah menghambat pengiriman dan mempercepat kenaikan harga komoditas global yang turut menekan keuangan bagi Mesir.
Sebagai respon terhadap perang, Mesir kini terpecah dalam hubungan lama dengan Rusia dan hubungan dekatnya dengan kekuatan Barat yang berusaha mengisolasi Moskow.
Menjelang kunjungan Lavrov, kedutaan Barat telah melobi Mesir dan Liga Arab termasuk melakukan negosiasi dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan perwakilan Liga Arab.
Rusia menyalahkan penghentian perdagangan Laut Hitam atas sanksi Barat dan jebakan Ukraina. Lavrov mengatakan dia berharap PBB akan berhasil menghapus pembatasan tidak sah pada jalur pengirimannya.
Dia kemudian mengatakan kepada Liga Arab bahwa setiap kapal yang datang untuk mengambil gandum dari pelabuhan Ukraina akan diperiksa untuk memastikan mereka tidak membawa senjata.
Sejak pecahnya perang dengan Ukraina, Rusia terus memasok gandum ke Mesir dan menjualnya kepada pemerintah serta sektor swasta.
BERITA TERKAIT: