Bantahan disampaikan oleh Komisi Tinggi India di Sri Lanka lewat pernyataannya pada Minggu (10/7). Begitu yang dilaporkan
ANI News.
"Komisi Tinggi ingin dengan tegas menyangkal laporan spekulatif di bagian media dan media sosial tentang India yang mengirim pasukannya ke Sri Lanka. Laporan ini dan pandangan semacam itu juga tidak sesuai dengan posisi Pemerintah India," kata komisi.
Sementara itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri India dengan tegas menyatakan bahwa India mendukung rakyat Sri Lanka yang berusaha mewujudkan aspirasi mereka untuk kemakmuran dan kemajuan melalui cara dan nilai-nilai demokrasi, institusi yang mapan dan kerangka konstitusional.
"Kami terus mengikuti perkembangan terakhir di Sri Lanka. India berdiri bersama rakyat Sri Lanka saat mereka berusaha mewujudkan aspirasi mereka untuk kemakmuran dan kemajuan melalui cara dan nilai-nilai demokrasi," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi.
India menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan kepada Sri Lanka. Untuk tahun ini, lebih dari 3,8 miliar dolar AS telah diberikan India kepada Sri Lanka untuk memperbaiki situasi ekonomi.
Situasi ekonomi yang memburuk di Sri Lanka telah menyebabkan meningkatnya ketegangan dan selama beberapa minggu terakhir.
Pada Sabtu (9/7), ribuan pengunjuk rasa menyerbu masuk ke kediaman resmi Presiden Gotabaya Rajapaksa dan membakar rumah pribadi Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.
Rajapaksa dan Wickremesinghe telah sepakat untuk mengundurkan diri.
BERITA TERKAIT: