CIA: China adalah "Silent Partner" Putin dalam Invasi ke Ukraina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 15 April 2022, 13:00 WIB
CIA: China adalah <i>"Silent Partner"</i> Putin dalam Invasi ke Ukraina
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net
rmol news logo Dugaan China turut andil mengambil bagian dalam invasi Rusia ke Ukraina kembali disuarakan oleh badan intelijen Amerika, CIA.

Dalam pidatonya pada Kamis (14/4), Direktur CIA, WIlliam Burns menyebut China telah bekerja sebagai "silent partner" atau bekerja diam-diam di belakang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Meski begitu, Burns tidak menguraikan dukungan apa saja yang diberikan China kepada Rusia. Walau ia menyebut China adalah ujian paling berat bagi CIA dalam sejarah 75 tahunnya.

"(China) berusaha menyusul kami secara harfiah di setiap domain, dari kekuatan ekonomi hingga kekuatan militer, dan dari ruang ke dunia maya," ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency.

"Sebagai layanan intelijen, kami tidak pernah harus berurusan dengan musuh dengan lebih banyak jangkauan di domain," tambahnya.

AS telah berulang kali mengkritik China karena penolakannya untuk mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina, dan secara vokal memperingatkan Beijing agar tidak menyediakan Kremlin dukungan militer untuk memperkuat serangan militer.

Menurut perkiraan PBB, setidaknya 1.964 warga sipil telah tewas dan 2,613 terluka di Ukraina sejak Rusia memulai perangnya.

Lebih dari 4,7 juta orang Ukraina melarikan diri ke negara-negara lain sejak awal perang yang dimulai 24 Februari, dengan lebih dari 7 juta lebih terlantar di dalam negeri. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA