Tak Becus Tangani Ukraina, Petinggi Intel Rusia Dijebloskan ke Penjara Bekas Tahanan KGB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 10 April 2022, 07:37 WIB
Tak Becus Tangani Ukraina, Petinggi Intel Rusia Dijebloskan ke Penjara Bekas Tahanan KGB
Salah satu petinggi dinas intelijen Rusia, Sergei Beseda/Net
rmol news logo Salah satu petinggi dinas intelijen Rusia, Sergei Beseda, dilaporkan telah dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara di Lefortovo, Moskow.

Business Insider menyebut, Beseda telah dipindahkan ke penjara yang digunakan oleh Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) selama era Uni Soviet untuk menahan tahanan politik. KGB adalah cikal bakal dari FSB.

Beseda yang merupakan Kolonel Layanan Kelima Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) Rusia ditempatkan di bawah tahanan rumah sejak awal Maret dengan alasan menyalahgunakan dana operasional dan memberi "informasi intelijen yang buruk" mengenai invasi ke Ukraina.

Menurtut Pusat Analisis Kebijakan Eropa yang dikutip Newsmax pada Minggu (10/4), Beseda bertanggung jawab memberikan informasi kepada Presiden Vladimir Putin terkait situasi politik di Ukraina.

Namun Putin dikatakan merasa "disesatkan" oleh informasi dari intelijen sehingga membuat invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan pada 24 Februari tidak berjalan sesuai rencana.  

Pada awalnya, Putin diaporkan yakin dapat merebut ibukota Ukraina, Kyiv, dalam waktu singkat jika mengacu pada laporan dari Beseda dan intelijen lainnya terkait situasi dan kemampuan Ukraina.

Tetapi nyatanya, Rusia menghadapi perlawanan yang tidak dapat diperkirakan dari Ukraina, membuat banyak pasukan Rusia berjatuhan.

Mengutip The Jerusalem Post, Beseda dan departemennya hanya memberi tahu Putin apa yang ingin dia dengar daripada kebenaran tentang situasi di lapangan di Ukraina. rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA