Meski Protes Meluas, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Menolak Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 06 April 2022, 14:20 WIB
Meski Protes Meluas, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Menolak Mundur
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa/Net
rmol news logo Presiden Sri Lanka Gotabya Rajapaksa menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri meski protes terhadap dirinya terus meluas.

Keengganan Rajapaksa untuk mengundurkan diri itu disampaikan oleh Kepala Pemerintahan Whip dan Menteri Jalan Raya Johnston Fernando ketika menjawab kritik oposisi pada Rabu (6/4).

"Bolehkah saya mengingatkan Anda bahwa 6,9 juta orang memilih presiden. Sebagai pemerintah, kami dengan jelas mengatakan presiden tidak akan mengundurkan diri dalam keadaan apa pun. Kami akan menghadapi ini," ujar mereka, seperti dikutip Reuters.

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi akut yang memicu gelombang protes parah. Pada pekan lalu, para pengunjuk rasa yang marah berkumpul di depan kediaman presiden di Kolombo untuk menuntutnya mundur.

Kemarahan warga dipicu oleh kenaikan barang-barang pokok dan pemadaman bergilir hingga 13 jam setiap harinya karena pemerintah tidak memiliki cukup devisa untuk mengimpor bahan bakar di tengah perang yang terjadi di Ukraina.

Kekacauan mendorong seluruh 26 menteri kabinet Rajapaksa mengundurkan diri pada Minggu (3/4). Sementara presiden mendorong pemerintahan persatuan, oposisi menolak keras dan mengkritik pemerintahannya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA