Warga Peru melakukan aksi unjuk rasa di dekat kota selatan Ica, dengan membakar gerbang tol dan bentrok dengan polisi pada Senin (4/4).
"Aksi protes tidak hanya terjadi di sana, tapi di seluruh Peru hari ini," kata seorang pengunjuk rasa, seperti dikutip
Reuters.
Protes sendiri telah terjadi sejak pekan lalu, ketika petani dan pengemudi truk memblokir beberapa jalan raya utama ke ibukota Lima.
Protes berubah menjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, menyebabkan lima orang meninggal dunia.
Untuk menanggapi keresahan rakyat, pemerintah melepaskan sebagian besar pajak bahan bakar demi menurunkan harga dengan cepat pada akhir pekan.
Selain itu, pemerintah menaikkan upah minimum sekitar 10 persen menjadi 1.205 sol per bulan.
Peru juga telah mengeluarkan deklarasi darurat untuk sektor pertaniannya karena kenaikan harga pupuk yang dipicu oleh sanksi Barat terhadap Rusia, pengekspor utama kalium, amonia, urea, dan nutrisi tanah lainnya.
Seperti banyak negara, Peru sudah berjuang melawan inflasi yang tinggi sebelum perang. Pada Maret, inflasi mencapai level tertinggi dalam 26 tahun, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga bahan bakar dan makanan.
Menteri Keuangan Peru, Oscar Graham menyebut, konflik Rusia dan Ukraina merupakan ancaman besar bagi perekonomian negaranya.
BERITA TERKAIT: