Keputusan tersebut diambil setelah Jerí tersandung penyelidikan dugaan korupsi yang memperparah instabilitas politik nasional, hanya dua bulan menjelang pemilihan presiden dan parlemen yang dijadwalkan berlangsung April mendatang.
Jerí menjadi sasaran penyelidikan awal terkait dugaan praktik jual beli pengaruh yang dikaitkan dengan serangkaian pertemuan tertutup bersama dua eksekutif asal China.
Dalam voting legislatif, sebanyak 75 anggota mendukung pemecatan, 24 menolak, dan tiga lainnya abstain.
Ia sebelumnya naik ke kursi presiden sementara sejak 10 Oktober 2025 menggantikan Dina Boluarte yang diberhentikan saat gelombang kejahatan meningkat tajam di negara tersebut.
Pemecatan Jerí menjadi episode terbaru dari krisis politik berkepanjangan yang membuat Peru mengalami pergantian tujuh presiden sejak 2016.
Ketidakstabilan pemerintahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik akibat melonjaknya tindak kekerasan serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.
Kongres dijadwalkan memilih presiden sementara baru dari kalangan legislator untuk memimpin pemerintahan hingga 28 Juli 2026, ketika pemenang pemilu 12 April resmi dilantik.
Jerí sendiri akan kembali menduduki kursi anggota parlemen hingga masa jabatan pemerintahan transisi berakhir.
Proses pemilihan pemimpin sementara dijadwalkan berlangsung sehari setelah pendaftaran kandidat selesai.
Kasus yang menjerat Jerí bermula dari bocornya laporan mengenai pertemuan rahasia pada Desember lalu dengan dua eksekutif China.
Salah satu peserta pertemuan diketahui memiliki kontrak aktif dengan pemerintah, sementara pihak lainnya tengah diselidiki terkait dugaan pembalakan liar ilegal.
Jerí membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pertemuan dilakukan untuk membahas agenda perayaan hubungan budaya kedua negara, meski lawan politiknya menilai pertemuan itu sarat kepentingan tersembunyi.
“Saya tidak melakukan kejahatan apa pun,” kata Jerí, seperti dikutip dari Associated Press.
Meski gejolak politik terus berlangsung, kondisi ekonomi Peru relatif stabil dengan rasio utang publik terhadap produk domestik bruto mencapai 32 persen pada 2024, termasuk yang terendah di kawasan Amerika Latin.
Menjelang pemilu, sejumlah kandidat mulai menguat, termasuk pengusaha konservatif Rafael Lopez Aliaga dan politisi senior Keiko Fujimori, yang diperkirakan akan bersaing ketat memperebutkan kursi kepresidenan.
BERITA TERKAIT: