Bertemu Menlu Afghanistan di China, Retno Marsudi Minta Larangan Perempuan Sekolah Dicabut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 31 Maret 2022, 15:02 WIB
Bertemu Menlu Afghanistan di China, Retno Marsudi Minta Larangan Perempuan Sekolah Dicabut
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net
rmol news logo Meski bukan negara tetangga, namun Indoneisa memiliki kedekatan dengan rakyat Afghanistan. Untuk itu, setiap perkembangan di Afghanistan menjadi perhatian bagi Indonesia, yang khususnya merupakan negara Muslim terbesar di dunia.

Berbicara di hadapan sejumlah menteri luar negeri di Tunxi, China pada Kamis (31/3), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan perempuan dan laki-laki di mana pun memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang setara dan dipenuhi hak-haknya, termasuk pendidikan.

"Oleh karena itu, saya sampaikan harapan agar larangan sekolah bagi perempuan Afghanistan di tingkat sekolah menengah dapat ditinjau kembali," kata Retno dalam konferensi pers virtual usai pertemuan.

Peretemuan tersebut menghadirkan menlu dari Afghanistan, China, Rusia, Iran, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, yang bertetangga. Tetapi selain itu, ada dua negara lain yang diundang, yaitu Indonesia dan Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, Retno menegaskan, Indonesia siap membantu Afghanistan, terutama dalam pendidikan.

Qatar dan Indonesia sendiri telah menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk kesiapan kedua negara menawarkan beasiswa dan capacity building, terutama untuk kaum perempuan Afghanistan.

"Saya juga sampaikan bahwa kita tidak ingin melihat Afghanistan gagal," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA