Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, media sosial, khususnya di Indonesia, juga diramaikan dengan propaganda mengenai Zelensky.
Namun di balik itu, Zelensky memiliki catatan baik dalam memerintah Ukraina. Bahkan sejak awal terpilih dalam pemilu 2019, ia memperoleh 73,22 persen suara, seperti dikutip dari unggahan Instagram Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, @ukraineindonesia.
Selama pemerintahannya, Zelensky dikenal sangat keras terhadap korupsi. Ia membuktikan kampanyenya dengan gerakan anti-korupsi yang masif di Ukraina.
Hal itu ditengarai membuat pendahulunya, Viktor Yanukovych, melarikan diri ke Rusia.
Di samping itu, Zelensky juga berupaya memusnahkan permainan oligarki di Ukraina.
"Saat ini Ukraina lebih transparan dan lebih sehat tentang korupsi dan pengaruh oligarki. Inilah yang ditakuti oleh rezim otokratis Presiden Rusia Vladimir Putin," ujar Direktur Eksekutif Anti-Corruption Action Center Ukraina, Daria Kaleniuk pada 1 Maret lalu.
Dalam kesempatan berbeda, lewat tulisan di
Foreign Policy, Kaleniuk menilai, langkah Putin untuk menginvasi Ukraina karena negara itu berhasil menjalani transformasi domestik yang komprehensif.
"Bukan hanya karena berhasil menjalani transformasi domestik yang komprehensif, tetapi yang lebih penting, karena berpotensi memicu reformasi demokrasi serupa Ukraina di Rusia," jelasnya.
BERITA TERKAIT: