Komentar ini menyusul operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas pada 3 Januari 2025.
Pernyataan itu disampaikan Zelensky di tengah meningkatnya upaya diplomatik internasional untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang hampir memasuki tahun keempat.
"Bagaimana saya harus bereaksi terhadap ini? Apa yang bisa saya katakan? Jika mungkin untuk berurusan dengan diktator dengan cara ini, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata Zelensky, dikutip dari
Mail Online, Senin, 5 Januari 2026.
Di saat yang sama, Kyiv tengah mengintensifkan lobi keamanan dan ekonomi kepada mitra Barat dalam upaya menghentikan perang.
Zelensky menyebut Ukraina telah membagikan seluruh dokumen proposal perdamaian kepada 18 penasihat keamanan nasional yang hadir, termasuk terkait jaminan keamanan jangka panjang.
"Kami berharap bahwa pekerjaan lebih lanjut ini sekarang akan berlangsung di ibu kota negara-negara Eropa serta Kanada, Jepang, dan perwakilan lain dari Koalisi Sukarelawan," ujarnya.
Ia menegaskan Kyiv tidak ingin memperpanjang proses tersebut.
"Kami tidak mengalokasikan banyak waktu untuk proses ini," kata Zelensky.
Ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan Staf Umum dan sektor militer Ukraina akan bertemu di Paris pada Senin, 5 Januari 2025 disusul pertemuan para pemimpin Eropa pada Selasa, serta agenda terpisah dengan perwakilan Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT: