Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Rabu (2/3) waktu setempat. Ini sekaligus melanggar pernyataan sebelumnya, di mana dia menyebutkan bahwa Madrid hanya akan menyumbang perbekalan pertahanan.
"Saya mengumumkan bahwa Spanyol akan mengirimkan materi militer ofensif ke perlawanan Ukraina," kata Sanchez kepada parlemen Spanyol, seperti dikutip dari
AP.
Sanchez tidak merinci jenis persenjataan apa tepatnya yang akan disediakan Spanyol untuk Ukraina.
“Untuk ancaman Eropa, kita harus memberikan tanggapan Eropa – terkoordinasi dan bersatu,†kata Sanchez, menjelaskan keputusannya.
Sanchez juga menambahkan bahwa langkah itu diambil sebagai tanggapan terhadap para pengkritiknya, yang mempertanyakan komitmen pemerintahnya kepada rakyat Ukraina.
Baru-baru ini, Sanchez telah meyakinkan penyiar TVE yang dikelola negara bahwa Spanyol tidak akan mengirim senjata ofensif langsung ke Ukraina.
Saat itu, dia mengatakan negaranya malah akan menawarkan bantuan melalui Fasilitas Perdamaian Eropa, yang sebelumnya telah memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar 500 juta euro untuk mempersenjatai Kiev.
Hingga pekan lalu, Madrid telah memasok 20 ton perlengkapan militer pelindung dan bantuan kemanusiaan.
Tindakan serupa juga telah diberlakukan di Jerman. Meskipun sebelumnya mengesampingkan pengiriman senjata mematikan ke Kiev, Berlin telah menyediakannya dengan rudal anti-tank dan sistem pertahanan udara Stinger.
Lebih dari selusin negara kini telah memasok beberapa bentuk bantuan militer ke Ukraina. Mereka termasuk AS, Inggris, dan Kanada, serta beberapa negara anggota UE, di antaranya Prancis, Portugal, Belgia, dan Republik Ceko.
BERITA TERKAIT: